Pages

Senin, 03 Desember 2012

Seorang Ibu


"DALAM HENING MALAM KURANGKAI NAMAMU"

Bunda..
Mulianya engkau yang telah izinkan aku lahir dari rahimmu.
Aku hanya bayi lemah ketika itu.
Namun dengan Nafas hidupmu.
Engkau Basuh jiwa ini dengan berjuta kasih.

Lihatlah aku ketika itu.
Hanya bisa tertawa dan menangis.
Aku tak mengerti jerit jiwamu ketika itu.

Aku tak tau Bunda.
Ketika malam yang dingin.
Engkau berikan selimutmu dan dekap indahmu tuk lelap kecilku.

Aku tak tau Bunda.
Ketika lelah hinggapi engkau.
Aku menangis mengusik lelahmu.

Inilah aku yang hanya menangis dan menangis.
Namun tetap senyum kasihmu hadir menyapaku.

Dulu aku tak mampu jauh darimu.
Aku lemah ketika tiada engkau disisiku.
Aku cengeng.
Aku manja Ibu.
Sungguh begitu sabar engkau kuasai jiwaku.

Ketika aku beranjak dewasa.
Aku tak mengerti lelahmu.
Hanya tawa yang kucari.
Aku acuhkan tiap kata yang kau titipkan.

Bunda.
Sungguh aku sadar ketika itu.
Aku kerap memintamu mengabulkan permintaanku.

Lihatlah Bunda.
Penuh kesabaran hadapi ocehanku.
Ikhlasmu takkan mampu terlukis ketika itu.

Bunda.
Maafkan Aku.
Ketika aku telah dewasa.
Aku dengan segala egoku.
Kembali acuhkan kata yang kau titipkan.

Aku bahkan telah berani membentakmu.
Dengan kata-kata yang kuasai emosiku.
Aku lukai engkau dengan nada kasar itu.

Namun..
Tetap pintu maafmu terbuka mendekap khilafku.
Kini ketika aku telah mampu menafkahi jiwa.
Waktu kerap jadikan aku lupa padamu.
Hingga Engkau renta.
Aku tetap setia dengan sejuta senyum hampa.

Ampunkan aku Bunda.
Anakmu yang tak mengerti begitu rindunya engkau terhadapku.
Maafkan Aku Bunda.
Anakmu yang segaja tak membalas pesanmu.
Aku batalkan janjiku memelukmu.
Karena kesibukanku.

Aku dengan tawa dan Hura ketika itu.
Lupakan engkau yang terbaring menunggu kedatanganku.
Pantaskah aku disebut buah hatimu ?

Ya Allah..
Aku telah sia-siakan nafasnya.
Aku telah lalai menyapa jiwanya.
Ampunkan Aku.
Ampunkan Dosa Bundaku.

Kini kutau rindu ini tak bertepi untuknya.
Jiwa ini memang lemah tanpanya.
Aku rela disebut manja dan cengeng.
Asal aku rasakan kembali pelukan itu.

Kembalikan Cahaya jiwaku.
Cahaya Jiwa yang dulu aku miliki.
Cahaya Jiwa yang ia hembuskan ketika aku dikenalkan Cara menyebut nama-Mu.

Bunda.
Dalam Hening rinduku.
Derai tangis tak kuasa kubendung.
Maafkan Anakmu.
Sepucuk Surat yang kurangkai Indah agungkan namamu.


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar